Masalah lemak di Hati.


A. Pendahuluan


Kita semua ini dikaruniai hidup dalam suatu proses yang rumit dan indah serta oragn-organ tubuh.

Kita memiliki kepala, leher, badan, lengan dan kaki, kulit dan tulang, dan sebagainya. Di dalam

kepala kita memiliki organ otak dan mata. Di dalam leher ada kelenjar tiroid, para tiroid,

tulang penyangga kepala serta pembuluh darah dan syaraf. Di dalam dada kita mempunyai jantung

dan paru. Di dalam perut kita memiliki usus, hati, limpa, ginjal, organ kelamin.



B. Hati sebagai Pusat Metabolisme

Hati, berada di perut sebelah kanan atas. Keberadaan di perut kanan atas ditopang oleh pembuluh

darah dan serabut-serabut ikat (ligamentum) yang mengikat hati dengan sekat rongga badan

(diafragma). Hati mendapat 2 jenis aliran darah, yaitu aliran darah arteri dan alirah darah vena

dari usus yang disebut system peredaran darah porta. System peredaran darah porta ini yang

mengakibatkan atau menjadikan hati sebagai pusat metabolisme manusia. Jadi secara singkat fungsi

terpenting hati adalah: pusat metabolisme manusia dan juga hewan. Yang disebut metabolisme

adalah segala proses kimia di dalam badan. Dari uraian ini harap dipahami betapa sulitnya hidup

manusia bila hatinya tidak berfungsi dengan baik.



C. Fungsi Hati : Penjabaran Pusat Metabolisme

1.  Menyaring racun pada makanan


Sudah dijelaskan bahwa semua aliran darah dari usus masuk ke dalam hati. Darah dari usus itu

mengandung semua bahan yang diserap usus dari makanan. Semua jenis zat kimia yang larut dalam

air atau larut pada lemak diserap oleh usus. Jadi seluruh bahan yang kita makan seluruhnya masuk

ke hati.

Penjelasan ini semoga dapat dipahami bahwa kita perlu hati-hati memilih makanan, apalagi makanan

beracun.

2.     Mengolah semua obat

Kita sering minum obat, sekali tempo disuntik oleh dokter atau perawat, bahkan diberi infus.

Semua itu beredar dalam tubuh. Semua obat merupakan benda asing yang harus diolah lalu

dikeluarkan ke usus melalui saluran empedu atau diolah menjadi bahan yang mudah dikeluarkan oleh

ginjal bersama air kencing (urine).

Penjelasan ini semoga dipahami agar kita tidak sembarangan minum obat atau penasaran menaikkan

dosis obat. Banyak orang minum obat pusing berlebihan, satu tablet tidak mempan lalu dua tablet.


3.     Menyimpan energi atau tanki energi

Semua disebut hidup, bila ada energi yang bergerak di dalamnya. Lampu hidup karena ada energi

listrik. Mesin hidup karena minyak diubah menjadi energi listrik. Makhluk hidup, tumbuh-

tumbuhan, hewan, manusia karena ada peredaran energi kehidupan dalam badan. Energi kehidupan ini

dalam ilmu kedokteran disebut ATP, singkatan dari Adenosine Tri Phosphat. ATP dibuat dari salah

satu jenis gula yang disebut glukosa. Glukosa ini berasal dari makanan, gula pasir, gula jawa,

nasi, jagung, singkong, ubi, kentang, dan lain-lain yang dalam ilmu kedokteran disebut

karbohidrat.

Kita ini hidup harus terus-terusan beda dengan mesin yang hidup mati. Jadi ATP harus senantiasa

ada, ATP dibuat sendiri oleh masing-masing sel badan kita. Kita tidak terus-terusan makan. Juga

terkadang puasa khususnya pada bulan Ramadhan. Nah, selama puasa itu ATP tetap harus ada, jadi

glukosa harus tetap ada. Cadangan glukosa ada pada hati dan otot dalam bentuk salah satu jenis

karbohidrat yang disebut glikogen. Cadangan glukosa dalam hati dan otot akan habis dalam 13 jam.

Karena itu kita puasa cukup 12 jam. Apabila cadangan glukosa habis terpakai, hati kita pula yang

harus membuat glukosa. Glukosa dibuat dari lemak yang ada dalam badan, yang disebut

gluconeagenesis.


4.    Memproduksi cairan empedu

Pencernaan lemak

Lemak atau gajih yang pada makanan terdapat pada minyak goring, lemak daging, keju, mentega,

susu, sangat diperlukan oleh badan kita. Semua daya tahan badan kita berasal dari lemak. Jadi

jangan takut pada lemak, yang penting tidak perlu kebanyakan. Makanan cepat saji Amerika

disebutkan dalam semua makalah terlalu banyak mengandung lemak. Yang paling bagus makan sayur

dan buah yang banyak.

Lemak yang kita makan, tentunya harus dicerna oleh usus lalu diserapkan ke dalam darah. Ada

suatu dalil, bahwa semua zat yang akan diserap harus larut dalam air, sedang kita tahu, lemak

tidak dapat larut dalam air. Agar lemak dapat larut dalam air perlu medium (perantara).

Perantara tersebut adalah cairan empedu, yang dibuat oleh hati, sehingga lemak bercampur cairan

empedu dapat larut dalam air lalu diserap ke dalam darah.


5.  Hati sebagai pembentuk kolesterol

Ada pemahaman yang kurang tepat pada masyarakat tentang kolesterol yang beranggapan kolesterol

itu jelek. Yang jelek adalah bila kebanyakan. Kolesterol adalah bahan dasar banyak hormon,

antara lain hormon gairah seksual perempuan, yaitu esterogen dan progesterone dan hormone gairah

seksual laki-laki yaitu testosterone. Selain itu ada hormon lain yang dibuat dari kolesterol,

yaitu hormon steroid yang diperlukan bila kita kerja keras.

Hormon lain yang baru saja ditemukan adalah hormone angiostensinogen yang membuat pembuluh darah

tidak kempes dan lemas dan hormon yang mengatur pembentukan trombosit.

Dari uraian tentang fungsi hati tersebut semoga jelas, kita harus sayang pada hati kita dan

waspada menjaga kesehatan hati kita.

D. Berbagai Kelainan Hati serta Pencegahannya

Uraian selanjutnya akan memperkenalkan berbagai kelainan hati secara sederhana dan sekedarnya

disertai cara pencegahannya. Uraian dimulai dari yang paling sederhana sampai yang terberat.


Hati berlemak
Hati berlemak suatu kelainan yang paling sederhana. Tidak semua hati berlemak yang terdapat pada

pemeriksaan USG (Ultra Sonograph) itu suatu kelainan. Bisa juga normal, jadi ada 2 tingkat

keadaan hati berlemak.

Hati berlemak sehat atau ringan
Hati berlemak sakit

Hati berlemak sakitpun tidak mengganggu badan, orang masih merasa sehat, bekerja biasa, olah

raga biasa, makan minum dan buang air besar atau buang air kecil biasa, tidur biasa. Jadi tidak

merasa sakit. Persoalan menjadi lain bila ada pencetus atau terkena penyakit. Seorang yang

memiliki hati berlemak sehat atau ringan bila terkena penyakit TBC masih bisa minum obat

sebagaimana lazimnya. Tetapi orang yang memiliki hati berlemak sakit (berlemak berat) tidak bisa

menerima obat TBC. Semoga dapat dimengerti hati berlemak menyebabkan daya tahan dan daya kerja

hati, menurun.

Orang yang memiliki hati berlemak sakit dapat diketahui dari pemeriksaan USG dan pemeriksaan

darah, khususnya pemeriksaan enzim SGOT, SGPT, dan gamma GT ((GT). Hati berlemak berat terjadi

karena 2 hal:

a.     kurang gizi

Masyarakat Eropa dan Amerika yang terkenal kaya, ternyata banyak pula yang kurang gizi, yaitu

para pecandu alcohol. Orang pecandu alcohol tidak suka makan, maunya minum alcohol melulu.

b.     kelebihan makan

Sudah disinggung di depan, bahwa makanan yang kita makan, sebelumnya disimpan (ditabung) dulu

sebelum digunakan. Tabungan enersi ini berupa glikogen dan lemak. Bila kita makan berlebihan

terus maka tempat simpanan akan penuh, jadilah hati berlemak, yang makin lama makin berat.

Hati berlemak berat dalam istilah kedokteran disebut NASH singkatan dari Non Alcoholic

Steatohepatitis.

Pencegahan Hati Berlemak

S udah dijelaskan semoga dipahami proses timbulnya hati berlemak, maka kita bisa mencegahnya:

1.     Makan secukupnya

Makan nasi tak perlu kenyang. Sayur dan buah sangat baik, disamping sebagai sumber vitamin,

dapat memuaskan perut menjadi kenyang dapat mengurangi porsi roti dan nasi.

2.     Olahraga atau senam yang teratur

Simpanan energi dalam hati, kulit dan otak sebaiknya selalu dipakai dengan demikian diperbaharui

selalu, tidak terus menerus ditimbun apalagi ditambah terus.

Pengobatan Hati Berlemak

Hati berlemak yang perlu diobati adalah yang menimbulkan kenaikan SGOT dan SGPT. Pengobatan

terpenting adalah pencegahan dan mengurangi lemak yang tertimbun dalam hati seperti tersebut di

atas.

Pada masa sekarang ini di seluruh dunia banyak dipakai obat-obat herbal yang berasal dari

tumbuh-tumbuhan alami untuk hati berlemak.


Penyakit Hati Kerancunan
Sudah dijelaskan di depan bahwa fungsi hati adalah menyaring dan menghancurkan racun yang

termakan agar tidak sempat meracuni tubuh. Ada kalanya racun lebih kuat dari hati. Yang terkenal

adalah racun dari sejenis jamur dan racun dari sejenis ikan yang langsung merusak dan mematikan

sel hati. Tuhan menciptakan untuk kita penangkalnya berupa tumbuh-tumbuhan yang dapat menolong

sel hati. Di Indonesia yang telah banyak diselidiki adalah temulawak yang di dalamnya terdapat

suatu zat yang disebut curcumin dan kedele mengandung lemak yang disebut Soya lecithin. Kedua

zat ini mampu memperkuat selaput membrane sel hati sehingga mampu bertahan terhadap racun.

Selain itu kedua bahan ini juga mendorong regenerasi sel hati. Adalah suatu berkat Tuhan atau

sudah diatur oleh Sang Pencipta bahwa sel hati bisa memperbanyak diri atau berkembang biak dan

mampu memperbaiki diri. Apabila suatu saat ada racun yang membunuh sel hati, sel yang mati

segera diganti dengan sel baru duplikat sel hati yang sehat sesuai peribahasa: esa hilang dua

terbilang.

Di Eropa, ada sejenis tumbuh-tumbuhan bernama Sylibum marianum yang mengandung zat bernama

Sylimarin. Konon riwayatnya, tanamanan ini dipakai oleh para nelayan untuk mengobati orang yang

keracunan racun ikan.

Penyakit hati keracunan sering pula ditemukan akibat obat. Banyak obat yang berpotensi merusak

hati. Yang terkenal adalah obat bius halothene, obat penghilang rasa nyeri, obat penenang, obat

sakit kepala dan obat penghilang rasa nyeri sendi, obat penenang menimbulkan keracunan hati bila

dipakai terlalu lama terus menerus atau dipakai kebanyakan.

Memang suatu keharusan obat-obat itu perlu diatur oleh ahlinya, yaitu dokter. Pemerintah bersama

IDI sudah menetapkan jangka waktu pengobatan sendiri = “Bila suda tiga hari sakit menetap harus

konsultasi pada dokter”.


Penyakit Radang Hati
Penyakit radang pada hati disebut hepatitis, rangkaian dari kata hepar = hati, dan itis =

radang, jadilah nama hepatitis. Ada berbagai penyebab hepatitis. Yang pertama adalah virus dan

bakteri. Penyakit hati akibat bakteri tidak perlu dibahas karena bila hati sudah terkena bakteri

tentu berasal dari tempat lain dan situasi sudah gawat. Yang perlu dibahas di sini adalah

hepatitis akibat virus.

Yang disebut virus adalah makhluk sangat halus bahkan yang terkecil yang sampai saat ini

diketahui. Virus jenisnya banyak sekali dan ada dimana-mana. Pada badan kita ada bermukim banyak

virus dan bakteri yang menjaga badan kita. Suatu ketika ada virus yang menyebabkan penyakit.

Penyakit akan mudah dikenali karena setiap virus hinggap pada bagian tertentu, misalnya ada

virus yang suka hinggap di otak menimbulkan radang otak, ada juga yang hinggap di mata, ada yang

senangnya hidup di hati yang disebut virus hepatitis.

Virus Hepatitis

Virus hepatitis ada banyak jenisnya, diberi nama berdasarkan urutan ditemukan, yaitu virus

hepatitis A, B, C, D dan sebagainya sekarang sudah sampai virus hepatitis G. barangkali masih

akan ditemukan banyak virus hepatitis lagi. Suatu ketika kita mendapat pasien sakit kuning yang

gejala dan tandanya berbeda dengan yang sudah dikenal, lalu didapatkan virus hepatitis baru.

Dari 8 virus hepatitis yang saat ini dikenal yang terpenting 3 jenis, yaitu hepatitis virus A,

hepatitis virus B, hepatitis virus C.


Hepatitis virus A

Hepatitis jenis ini, awalnya menimbulkan penyakit yang mendadak, panas, mual dan muntah. Pada

fase ini jarang ada dokter yang dapat menentukan bahwa pasien hepatitis karena gejalanya masih

bersifat umum, mirip penyakit yang lain, misalnya demam berdarah, thypus, bahkan mirip infeksi

tenggorok. Fase penyakit yang masih bergejala umum ini dalam istilah kedokteran disebut fase

prodromal. Jadi bila ada dokter yang tidak tepat mendiagnosis penyakit fase pradromal jangan

disalahkan. Setelah panas 3 hari baru muncul gejala dan tanda spesifik yaitu warna air kencing

jadi coklat dan nyeri perut sekitar kanan atas.

Setelah panas badang berlangsung 5 hari, tiba-tiba panas reda tapi penderita jadi lemas, lemah

lunglai dan mata jadi kuning.

Penyakit hepatitis A pada awalnya terlihat berat, mual, muntah, mata kuning selain panas tetapi

untungnya sembuh sempurna, jarang menimbulkan kematian, kecuali bila kondisi hati sebelumnya

memang lemah, misalnya hati berlemak berat. Tapi hepatitis A jarang menimbulkan kematian dan

sembuh sempurna dengan kekebalan permanen.

Pada fase pasien lemah lunglai sebaiknya dirawat di rumah sakit, pertama untuk pemulihan,

biasanya diberi infus air gula (glucose 10%) sampai mual muntah hilang. Bila mual sudah hilang,

pasien bisa dirawat di rumah dan makan biasa, tapi jangan kebanyakan lemak.

Tidak perlu pengobatan secara khusus, pertama karena penyakit sembuh sendiri dan tidak

berbahaya, kedua memang virus hepatitis A belum ditemukan penangkalnya. Yang dikerjakan para

dokter sekedar membantu penyembuhan yang dalam ilmu kedokteran disebut pengobatan suportif dan

banyak dokter menggunakan obat herbal, misalnya temulawak atau zat yang sudah dimurnikan yaitu

curcumin.

Yang paling penting adalah pencegahan. Pertama vaksinasi terutama pada anak-anak. Kedua menjaga

kebersihan makanan karena penularan virus hepatitis A melalui makanan. Virus ini yang semula

hidup pada hati ikut aliran cairan empedu ke usus lalu keluar melalui feses (kotoran) kita. Dan

fase ini ditularkan oleh lalat ke meja makan atau ke makanan di warung dan restoran.


Hepatitis B

Hepatitis B sesuai dengan namanya disebabkan oleh virus hepatitis B. orang yang tertular virus

ini pada fase awal juga menunjukkan gejala seperti hepatitis A. Anehnya penyakit lebih ringan.

Sayangnya pada sebagian orang virusnya tidak mau pergi, tetap tinggal seumur hidup. Tidak semua

orang yang terjangkit hepatitis B sakitnya berlanjut. Sebagian terbesar sembuh sempurna 96%,

sedang sisanya 4% menjadi penyakit hati kronik atau pengidap virus hepatitis B sehat yang dalam

ilmu kedokteran disebut pembawa virus sehat (carrier).

Orang mendapat hepatitis B dari berbagai cara:

1.  Dari jarum suntuk yang dipakai bersama

2.  Dari transfusi darah

3.  Dari ibu pengidap lalu menular ke bayi saat melahirkan

4.  Hubungan seks tidak sehat

Perlu dijelaskan di sini bahwa saat ini orang-orang yang berumur di atas 40 tahun banyak yang

membawa virus hepatitis B karena waktu mereka masih kecil mendapatkan suntikan dengan jarum

suntik yang dipakai untuk banyak orang. Memang waktu itu virus ini belum dikenal. Sekarang ini

dengan vaksinasi pada bayi, sudah jarang ditemukan penderita hepatitis B pada anak-anak.

Pemerintah telah memprogramkan vaksinasi hepatitis B pada bayi di puskesmas dan pada praktek

dokter.

Pencegahan

Pencegahan secara umum adalah menghindarkan penularan, dan ini sudah dilaksanakan oleh

pemerintah dan para dokter dan vaksinasi. Pemerintah dalam hal ini Palang Merah Indonesia (PMI)

selalu memberi darah bebas dari virus, sudah ditapis lebih dulu.

Pengobatan

Perawatan fase akut sama dengan hepatitis A. Pada fase kronik saat ini sudah ada obat anti virus

hepatitis B. obat yang disuntikkan bernama interferon yang mampu mengusir virus paling sedikit

melumpuhkan. Obat yang kedua obat anti virus hepatitis B yang diminum berupa tablet atau kapsul.

Sayangnya kedua obat ini mahal sekali. Bahkan di Negara maju hanya 10% penderita yang mampu

membeli obat. Selebihnya diobati dengan obat tradisional atau obat herbal, misalnya temulawak.

Hepatitis C

Uraian tentang hepatitis C sama dengan hepatitis B selalu menimbulakn penyakit yang berlangsung

lama (kronik) makin lama makin berat. Pengetahuan para dokter tentang hepatitis C belum sebanyak

pengetahuan tentang hepatitis C. penularan utama terjadi pada pemakai narkoba suntik. Pengobatan

hanya dengan interferon, yang karena mahal, hanya sedikit yang mampu membeli obat, selebihnya

dipakai obat herbal atau obat tradisional.

Hepatitis selebihnya tidak perlu diuraikan karena sakitnya ringan dan sembuh sendiri seperti

hepatitis A.


Sakit kuning
Sakit kuning yang dimaksud disini ada warna kuning pada mata yang normalnya berwarna putih.

Menyebut sakit kuning sebenarnya kurang tepat, tapi penting dan berguna agar kita waspada. Warna

kuning pada mata sebenarnya suatu tanda penyakit yang penyebabnya banyak sekali.

1.  Hepatitis A, B, C, baik yang akut atau yang kronik (menahun)

2.  Malaria

3.  Penutupan saluran empedu

4.  Kanker hati dan pankreas


Uraian tidak perlu dilanjutkan karena hanya dokter yang perlu pengetahuan ini.

E. Penutup

Semoga uraian singkat ini berguna bagi para pembaca, sebagai bahan bagaimana kita memahami

kemudia menyayangi dan kemudian menjaga kesehatan hati kita.


Dikutip dari : profdaldiyono.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts