Hasil penelitian sudah terbukti secara biologis kemampuan kelanjar pituatary pada manusia menghasilkan HGH menurun, bahkan sejak mulai umur 21 thn sampai lansia. Seiiring dengan itu hormon hormon lain yang dibawahnya juga ikut turun termasuk hormon melatonin. HGH menurun, Melatonin pasti turun, tentu berdampak pada Lansia. Kwalitas tidur Lansia pasti menurun, akibatnya lansia susah tidur. Susah tidur, bisa tensi darah bisa tinggi, tensi yang tinggi akan memacu jantung lansia. Kalau sudah begitu lansia pasti merasakan sakit , sakit, sakit. Melatonin adalah hormon yang dibuat oleh kelenjar pineal, Sebuah kelenjar kecil di otak. Melatonin membantu mengendalikan siklus tidur dan bangun Anda. Melatonin dalam jumlah sangat kecil ditemukan dalam makanan seperti daging, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran.Padahal lansia sudah susah makannya, itupun kalau lansia yang berkecukupan.
Tubuh Anda memiliki internal clock sendiri yang mengontrol siklus alami jam Anda tidur dan bangun. Jam tubuh Anda mengontrol seberapa banyak melatonin yang dibuat tubuh Anda. Biasanya, tingkat melatonin mulai meningkat di pertengahan sampai larut malam, tetap tinggi untuk hampir sepanjang malam, dan kemudian turun di pagi hari.Padahal malam tidak bisa tidur, yang ada kegelisahan.
Kalau Lansia tidak tahu tentang ini, dan anggota keluarga tidak memahami ini atau keluarga yang merawat tidak mempelajari bagaimana merawat lansia, maka dapat dipastikan lansia akan tersiksa, lansia menjadi beban keluarga dan lingkungannya, rumah tangga akan runyam dengan keberadaan lansia. Kecuali mengamalkan hal hal yang disampaikan di akhir. Kalau mampu bantu kesehatan lansia dengam supplemen HGH terutama yang hgh herbal, jangan sayang sayang. Merawat lebih mudah dari pada menyembuhkan.
Semua saja, supaya mempersiapkan diri sejak dini, masa tua macam apa yang diinginkan pada diri masing masing. Rumah tangga muda harus peduli dengan masa tuanya, kalau tidak ingin jadi beban keluarga, kalau tidak ingin tersiksa dalam suatu keluarga dan kalau ingin "mandiri" pada masa tua, kalau ingin sehat dan bertenaga dalam masa tua, kalau ingin kembali pada Allah Swt dalam suasana ibadah pada Illahi Robbi.
Jangan sampai secara manusia mati matian mengurus anak, sekolah anak, bekerja anak, menikahkan anak, mengurus cucu dan seterusnya, tanpa memikirkan "masa tua" dirinya. Orang tua jangan punya persepsi, bahwa anak akan mengurus dirinya, "belum tentu". Hampir dapat dipastikan ketika memasuki "masa pensiun" maksudnya sudah tidak bisa aktif bekerja lagi, anak yang kita dambakan mengurus lansia, kini memasuki masa dimana beban hidup anak semakin meningkat, hampir semua suasana dalam keluarga berpotensi stress.Anak juga punya keluarga punya anak lagi, anaknya si anak sudah gede gede problem lagi, kebutuhan meningkat pokoknya runyam, kalau tidak disadari dari sekarang, di planning dari sekarang. Tapi tidak semua anak bermasalah seperti itu, "kita ambil pahitnya dulu istilah kata".
Paling sedikit, tandanya anda peduli pada masa "tua" anda adalah anda membiasakan menabung. Menabung menyisihkan uang untuk masa depan bisa membantu Anda untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan Anda. Seperti masa pensiun yang tenang dan lainnya seperti menyikapi kondisi diatas. Menabung memang susah bagi yang merasa dirinya pas pas an. Tetapi bila anda paham, anda pasti memprioritaskan dengan baik.
Anda akan lebih terdorong untuk menyisihkan uang untuk masa depan, jika Anda menjadikannya sebagai prioritas. Duduklah dengan tenang dan tentukan tujuan Anda menyisihkan uang: pensiun, dan lain lain?
Lalu, cari tahu berapa biaya yang dibutuhkan, kemudian, buatlah rencana keuangannya.
Bagi saya "Menabung" tidak saja urusan dunia secara pisik tapi juga termasuk menabung seperti yang diingatkan Nabi, Rasulullah SAW dalam suatu hadist bahwa Allah menyampaikan, menurut saya itu pasti benarnya, sesuai dengan keyakinan, khususnya buat muslim pasti mudah menerima.
" Wahai anak turun Adam SA, sempat sempatkanlah kamu beribadah padaku, maka akan aku penuhi dadamu dengan segala kekayaan, dan aku jauhkan kamu dari pada kefakiran. Apabila kamu tidak mau mengerjakannya, maka akan aku penuhi dadamu dengan segala kerepotan kesibukan dan tidak akan aku jauhkan kamu dari kefakiran"
Pada hadist yang lain Nabi SAW mengingatkan lagi, " ketika meninggal anak Adam, maka putuslah dia dari segala urusan didunia, kecuali ( yang tidak putus) harta yang dijariahkan, anak yang soleh yang mendoakan kedua orang tuanya, ilmu kita yang di manfaatkan oleh orang didunia." , ketiga tiganya akan terus mengalir walaupun kita sudah mati)
Apabila keyakinan ini diterapkan sejak dini dengan ilmu yang benar, baik kita maupun anak kita, lansia di hari tua pasti nyaman dan tenteram akan sehat bertenaga, begitu juga anak anak yang kita besarkan akan tenteram, walaupun nyatanya merawat kita, akan saling ridho dan syukur. Rumah tangga akan rukun, sakinah dan penuh rokhmah, adanya lansia atau orang tuanya yang sudah lanjut umurnya, anak berkeyakinan, itu merupakan peluang yang bisa meninggikan pahala sorga sang anak ( sesuai dengan dalilnya)! Wahhhhh nikmatnya. Allah Swt tidak pernah tidur. Allah mengabulkan doa hambaNya. Nasihat buat Lansia ini semoga berkenan di hati, amiin.
Tubuh Anda memiliki internal clock sendiri yang mengontrol siklus alami jam Anda tidur dan bangun. Jam tubuh Anda mengontrol seberapa banyak melatonin yang dibuat tubuh Anda. Biasanya, tingkat melatonin mulai meningkat di pertengahan sampai larut malam, tetap tinggi untuk hampir sepanjang malam, dan kemudian turun di pagi hari.Padahal malam tidak bisa tidur, yang ada kegelisahan.
Kalau Lansia tidak tahu tentang ini, dan anggota keluarga tidak memahami ini atau keluarga yang merawat tidak mempelajari bagaimana merawat lansia, maka dapat dipastikan lansia akan tersiksa, lansia menjadi beban keluarga dan lingkungannya, rumah tangga akan runyam dengan keberadaan lansia. Kecuali mengamalkan hal hal yang disampaikan di akhir. Kalau mampu bantu kesehatan lansia dengam supplemen HGH terutama yang hgh herbal, jangan sayang sayang. Merawat lebih mudah dari pada menyembuhkan.
Semua saja, supaya mempersiapkan diri sejak dini, masa tua macam apa yang diinginkan pada diri masing masing. Rumah tangga muda harus peduli dengan masa tuanya, kalau tidak ingin jadi beban keluarga, kalau tidak ingin tersiksa dalam suatu keluarga dan kalau ingin "mandiri" pada masa tua, kalau ingin sehat dan bertenaga dalam masa tua, kalau ingin kembali pada Allah Swt dalam suasana ibadah pada Illahi Robbi.
Jangan sampai secara manusia mati matian mengurus anak, sekolah anak, bekerja anak, menikahkan anak, mengurus cucu dan seterusnya, tanpa memikirkan "masa tua" dirinya. Orang tua jangan punya persepsi, bahwa anak akan mengurus dirinya, "belum tentu". Hampir dapat dipastikan ketika memasuki "masa pensiun" maksudnya sudah tidak bisa aktif bekerja lagi, anak yang kita dambakan mengurus lansia, kini memasuki masa dimana beban hidup anak semakin meningkat, hampir semua suasana dalam keluarga berpotensi stress.Anak juga punya keluarga punya anak lagi, anaknya si anak sudah gede gede problem lagi, kebutuhan meningkat pokoknya runyam, kalau tidak disadari dari sekarang, di planning dari sekarang. Tapi tidak semua anak bermasalah seperti itu, "kita ambil pahitnya dulu istilah kata".
Paling sedikit, tandanya anda peduli pada masa "tua" anda adalah anda membiasakan menabung. Menabung menyisihkan uang untuk masa depan bisa membantu Anda untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan Anda. Seperti masa pensiun yang tenang dan lainnya seperti menyikapi kondisi diatas. Menabung memang susah bagi yang merasa dirinya pas pas an. Tetapi bila anda paham, anda pasti memprioritaskan dengan baik.
Anda akan lebih terdorong untuk menyisihkan uang untuk masa depan, jika Anda menjadikannya sebagai prioritas. Duduklah dengan tenang dan tentukan tujuan Anda menyisihkan uang: pensiun, dan lain lain?
Lalu, cari tahu berapa biaya yang dibutuhkan, kemudian, buatlah rencana keuangannya.
Bagi saya "Menabung" tidak saja urusan dunia secara pisik tapi juga termasuk menabung seperti yang diingatkan Nabi, Rasulullah SAW dalam suatu hadist bahwa Allah menyampaikan, menurut saya itu pasti benarnya, sesuai dengan keyakinan, khususnya buat muslim pasti mudah menerima.
" Wahai anak turun Adam SA, sempat sempatkanlah kamu beribadah padaku, maka akan aku penuhi dadamu dengan segala kekayaan, dan aku jauhkan kamu dari pada kefakiran. Apabila kamu tidak mau mengerjakannya, maka akan aku penuhi dadamu dengan segala kerepotan kesibukan dan tidak akan aku jauhkan kamu dari kefakiran"
Pada hadist yang lain Nabi SAW mengingatkan lagi, " ketika meninggal anak Adam, maka putuslah dia dari segala urusan didunia, kecuali ( yang tidak putus) harta yang dijariahkan, anak yang soleh yang mendoakan kedua orang tuanya, ilmu kita yang di manfaatkan oleh orang didunia." , ketiga tiganya akan terus mengalir walaupun kita sudah mati)
Apabila keyakinan ini diterapkan sejak dini dengan ilmu yang benar, baik kita maupun anak kita, lansia di hari tua pasti nyaman dan tenteram akan sehat bertenaga, begitu juga anak anak yang kita besarkan akan tenteram, walaupun nyatanya merawat kita, akan saling ridho dan syukur. Rumah tangga akan rukun, sakinah dan penuh rokhmah, adanya lansia atau orang tuanya yang sudah lanjut umurnya, anak berkeyakinan, itu merupakan peluang yang bisa meninggikan pahala sorga sang anak ( sesuai dengan dalilnya)! Wahhhhh nikmatnya. Allah Swt tidak pernah tidur. Allah mengabulkan doa hambaNya. Nasihat buat Lansia ini semoga berkenan di hati, amiin.
