Lansia Sehat :: Geriatric, Geriatrik, Geriatri penyakit lansia

 Gak kebayang ketika berita di TV jumlah lansia sekitar 15 jutaan sepertiganya berpotensi terlantar. Kenapa orang tua bisa terlantar. Apakah keluarga itu tidak tahu, bahwa ketika orang tuanya yang mencintai anaknya , berjuang membesarkan anaknya habis habisan  mengerahkan baik itu diri orang tua itu secara pisik, waktu, tenaga, pikiran, materi; sesudah dewasa anak anaknya menelantarkan orang tua, terlalu. Seharusnya tidak boleh terjadi di negeri yang mayoritas Muslim. Bahkan anaknya seharusnya memusyawarohkan diantara keluarga besar, mempersiapkan diri bagaimana merawat orang tua yang dikasihinya yang kini sudah lanjut usia. Dan kalau tidak ada waktu bisa menyewa person yang dapat merawat orang yang sudah berumur lansia. Geriatric, Geriatrik, Geriatri ini kata apa. Didalam kamus (kamusbahasaindonesia.org)  ge.ri.at.rik
[n Dok] ilmu tt perawatan kesehatan dan penyakit manusia usia lanjut. Saat ini ada lembaga lembaga yang sudah siap untuk melatih perawat khusus untuk orang usia lanjut. Rumah sakit - rumah sakit sudah ada bagian khusus untuk melayani orang usia lanjut, karena penanganan ada beda dengan orang biasa. Informasi berikut dapat menambah wawasan anda seputar usia lanjut, penyakitnya , merawatnya dsb. Nasihat buat Lansia sebagai tentang Berita kesehatan.



Pernah mendengar istilah geriatri?

Istilah ini relevan dengan lansia usia lanjut sehingga secara terminologi geriatri disebut sebagai ilmu 
yang mempelajari penyakti usia lanjut. Mungkin banyak yang tidak memperdulikan persoalan 
penyakit usia lanjut terutama bagi orang yang masih usia produktif. Namun jika tidak 
mempersiapkannya dengan hati-hati seperti halnya mempersiapkan pensiun, maka bisa jadi di usia 
50 tahun akan kehilangan stamina, depresi, kehilangan vitalitas hidup dan menjadi beban bagi 
orang lain.
Memahami geriatri sejak dini bermanfaat untuk mempersiapkan diri sendiri atau untuk memahami 
orang tua kita sendiri. Awalnya saya memikirkan hal ini karena tiga minggu lalu ayah saya yang 
berusia 67 tahun tiba-tiba sakit demam 40 derajat celcius yang terjadi secara fluktuatif selama 
1 minggu.  Diawali dengan gejala menggigil kedinginan (yang awalnya saya kira sebagai kebetulan 
karena memang udara sedang dingin) dari pagi sampai kira-kira jam 11 siang, lalu setelahnya 
demam menetap sampai dengan menjelang sore. Sejak itu simptom kedinginan dan demam itu dimulai, 
nafsu makan dan minumnya berkurang juga waktu tidurnya menjadi tidak teratur. Obat semacam 
panadol menjadi tidak mempan lagi untuk menghilangkan demam. Lalu setelah seminggu itu terjadi 
disertai keengganan untuk berobat, bapak masuk UGD di salah satu rumah sakit dan dokter langsung 
melakukan pemeriksaan darah rutin, urin rutin, rontgen paru paru, EKG.  Hari itu juga langsung 
dirawat inap diberikan treatment penurun panas, infus mengganti cairan tubuh karena demam dan 
turunnya nutrient. Keluhan nyeri pada dada disikapi dengan sangat serius meski keluhan tersebut 
nyeri dada kanan-biasanya nyeri dada kiri adalah indikasi gejalan sakit jantung.
Selama satu minggu dirawat, diketahui penyebabnya infeksi saluran air seni. Menurut dokter, ini 
lazim terjadi pada orang usia lanjut. Nasihatnya adalah pola hidup harus lebih sehat untuk hari 
hari yang akan datang. Pasca pulang dari rumah sakit, saya amati bapak menjadi terlihat menua, 
berjalan dan bergerak dengan lambat, nafsu makan berkurang, bila tidur melungker atau meringkuk 
dan lebih sensitif. Inginnya selalu ditemani dan disemangati.  Lalu saya jadi ingat, bapak sudah 
memasuki usia lanjut di usianya 67 tahun tersebut. Saya jadi ingat alhamarhum kakek menderita 
pembengkakan prostat dan mesti di operasi. Lalu saya ingat lagi kakek saya yang lain sebelumnya 
sakit gatalan menahun. Semua terjadi di usia 70 tahun. Lalu nenek saya yang tiba-tiba stroke 
padahal tidak ada sejarah tekanan darah tinggi, lalu nenek saya yang lain terjatuh sehingga 
engsel panggulnya mesti di pen.
Dari refleksi peristiwa sakit tersebut, mulailah ensiklopedi geriatri ini akan dimulai. 
Bagaimana menyikapi penyakit di usia lanjut.  Memahami penyakit ini tidak untuk menjadikannya 
takut, tapi supaya lebih paham mendampingi orang tua kita, mempersiapkan diri menjadi tua. Tidak 
boleh dilupakannya pemeriksaan kesehatan rutin fungsinya untuk mendeteksi secara dini dan 
mencegah penyakit yang tidak bisa disembuhkan.  Untuk itu perlu sekali perhatian terhadap gaya 
hidup untuk memperlambat proses penuaan dan penyakit yang menyertai seperti premenopause, 
osteoporosis, urinary incontinence, mental deterioration dan cardiovascular.

Source : ilmailmiawati.wordpress.com


Penanganan Lansia Usia Lanjut Eldcare Online

Eldercare Online didedikasikan untuk membawa Anda pada materi pendidikan yang membantu Anda untuk meningkatkan kualitas hidup lansia yang  Anda sayangi.
 Kami telah mulai bekerja sama dengan RSI, pemimpin dalam pengembangan penilaian kesehatan, rencana perawatan dan materi pelatihan untuk orang tua yang lemah dan pengasuh mereka.
RSI memelopori ide manajemen perawatan untuk "seutuhnya" untuk penduduk lanjut usia yang menggunakan  bantuan fasilitas . Dalam penelitian tahun yang berjalan, mereka mengembangkan pelatihan komprehensif dan program manajemen perawatan yang membantu orang tua tetap aktif secara fisik dan mental.

Bersama-sama, eldercare Online dan RSI telah disesuaikan komponen kunci dari program kepedulian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan perawat keluarga. Selama beberapa bulan ke depan, kami akan menghadirkan seri baru Pembangun Keterampilan yang fokus pada bagaimana pengasuh - di rumah dan di fasilitas perumahan - dapat mempelajari lebih lanjut tentang kondisi kronis dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada orang yang mereka cintai.


Depresi dapat diatasi, meskipun aktivitas sehari-hari dalam keadaan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kebahagiaan dan pertumbuhan pribadi.
Orang dengan depresi dapat dibantu mengelola dan menstabilkan aspek penghentian kondisi dan hasil dalam kehidupan, yang terus memberi makna, pertumbuhan pribadi dan suatu perasaan harapan untuk masa depan.
Ketika orang-orang tua yang lemah mengalami depresi, mereka perlu dibantu untuk latihan banyak pilihan pribadi dan keputusan sesuai yang mereka mampu.
Depresi mempengaruhi seluruh orang, tubuh, pikiran dan jiwa. Karena itu, rencana perawatan untuk mengatasi depresi, harus mencakup semua dimensi ini.
Tanggung jawab akhir  mengatasi
depresi terletak pada orang tua yang lemah. Hal yang tidak mungkin mereka dapat lakukan , tanpa bantuan pengasuh mereka.
Depresi begitu luas menguras energi dan semangat orang itu artinya bahwa sumber daya lain diperlukan untuk memulai pemulihan.

Sangat penting bagi perawat untuk memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk mengatasi kompleksitas yang mengelola tuntutan depresi.
Skill Builder menyediakan kompetensi ini untuk pengasuh keluarga. Ketika pengasuh memiliki kompetensi untuk mengelola depresi, mereka akan, pada gilirannya, dapat membantu orang yang mereka cintai untuk berpartisipasi dalam perawatan mereka sendiri. Saling keterlibatan pengasuh dan orang yang mereka cintai hasil dalam menjaga stabilitas kondisi kronis dan meningkatkan kapasitas untuk orang tua untuk keberhasilan menangani dan mengelola masalah fisik kronis mereka yang kompleks, masalah psikososial dan spiritual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts