Mengapa kita memerlukan mempersiapkan usia lanjut kita?

Mempersiapkan masa tua yang serba sehat, bukan hal yang mudah, tapi bukan hal yang tak mungkin, sepanjang kita bijak dalam mengisi hidup ini. Pengalaman merupakan guru yang berharga kata orang. Keduanya, baik itu pengalaman diri kita, maupun pengalaman orang lain, dimana kita dapat memetik darinya apa apa yang baik. Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja, dan jangan pula mengikuti apa kata hati. Hati akan minta apa yang dia lihat, apa yang dia rasa. Apabila kita tidak dengan arif menyaringnya tentu akan dilaksanakan. Siapa yang tak ingin memiliki gaya hidup mewah, serba berkecukupan, serba bisa memenuhi segala keinginan, semua bisa dibeli.Gaya hidup mudah dicontoh lewat media yang ada seperti tv dan media lainnya, bahkan sejak dini tertanam sedemikian rupa sehingga dibawah sadar hati ingin menggapainya.  Mempersiapkan masa tua, juga seharusnya dilakukan sejak dini, dikondisikan, kalau kita tidak ingin menderita lahir dan batin, hidup dalam kursi roda dan tergantung orang lain pula, terkadang banyak sanak saudara, banyak famili, tapi entah dimana.Hidup segan, tapi mati tak mau, artinya keadaan, sudah susah payah, tapi bernafas masih dikasih Allah Taala. Kadang orang tua yang kita sayangi, sudah tak bisa ngomong, bahkan ada yang sudah tidak bisa mengangkat anggota badan, hanya matanya masih melihat dengan air mata.Masih bersyukur, kalau ada keluarga yang mau meramut dan menjaga. Seperti itu pasti semua anda tidak ingin mengalaminya, bukan?Apa yang diceritakan diatas adalah fakta. Karena nya, mempersiapkan masa tua, yang serba sehat, perlu diperhatikan dan jangan anggap enteng. Jangan mengatakan, soal itu, " adalah bagaimana nanti saja". Tapi cari tahu bagaimana semestinya, cari tahu informasi nya, lewat pendidikan, pelatihan, yang semua unsur bisa terlibat. Dengan demikian masa tua yang sehat, adalah masa tua yang sehat dan bertenaga bisa terwujud. Tidak saja itu, masa tua, yang sehat keimanan nya, dan sehat secara jasmani perlu dipahami juga, sehingga akan terwujudlah masa tua yang bahagia, seperti yang orang sebut sebagai "sakinah mawaddah wa rahmah" penuh berkah.
Masa tua yang sehat sangat diperlukan, mengingat ,itu semua organ tubuh menurun. Padahal aktivitas, sebagaimana manusia adalah tidak pernah berhenti. Sedangkan cerminnya masa tua adalah prilaku kita dimasa muda baik jasmani maupun rohani. Bagaimana pola hidup yang kita lakukan dimasa muda akan tercermin dimasa tua seperti pola makan akan berimbas dimasa tua, olahraga akan berefleksi dengan kebugaran dimasa tua, tak terkecuali masalah ibadah. Sejak muda sudah terkondisi beribadah sebagaimana mestinya, dimasa tua akan tenang.Kemajuan ilmu sekarang memungkinkan kita mengkondisikan masa tua yang sehat. Banyak informasi sangat mudah didapatkan, lewat macam macam media seperti internet, tv, buku, majalah, koran,  walaupun dengan arif kita perlu menyeleksi.
Seyogyanya kita perlu memperhatikan penemuan penemuan ilmuan, hasil riset mereka bertahun tahun. Mengapa kulit menjadi mengkerut umpamanya, mengapa rambut menjadi beruban, mengapa daya lihat menjadi berkurang,  mengapa berjalan terasa sakit, mengapa orang tua menjadi  tidak bergairah, mudah marah, mudah lupa, ketika di usia tua mereka. Seharusnya tidak ada lagi kata kata, "ah itu semua kan karena sudah tua", jangan! jangan begitu. Tapi seharusnya berkata "faktor apa yang menyebabkan ini semua". Yang kita butuhkan sehat dimasa tua, mengapa(?), dimasa itu kita sudah mengurangi semua kesibukan dari aktivitas rutinitas yang kita lakukan, saatnya kita memanfaatkan tabungan kita.Saatnya kita membuat silaturahim dengan kerabat, saatnya kita lebih tekun beribadah kepada Allah Tuhannya semua mahluk manusia, yang diwaktu muda, kurang bersungguh mengingat sibuknya saat itu, dan saatnya mereka melakukan banyak kegiatan sosial lainnya. Kondisi sosial masing masing keluarga berbeda beda, cara mengatasi juga mungkin beda, tidak saja, bidang materi, kadang kadang juga, latar belakang, pendidikan dan keaktifan beribadah juga mempengaruhi.Namun tidak bisa dipungkiri  semua orang akan menghadapi masa tua. Secara logika orang berkecukupan akan bahagia hidupnya dimasa tua dalam artian dia bisa terjaga kesehatan. Dengan uang banyak dia bisa beli segalanya yang dia inginkan.  Tapi ternyata tidak demikian. bahagia macam apa, kalau semuanya itu tidak manfaat baginya, karena sudah tua , berpenyakit, loyo. Orang yang serba kaya dan cukup, dengan keluarga banyak yang juga the have , ironi sekali, bila kita melihat ditengah tengahnya among mereka , ada orang tua yang sudah tua tidak terurus, bahkan ambil praktisnya di tempatkan di panti jompo. Orang tua yang dulu berjuang mati-matian membela bekerja untuk kepentingan anak anaknya, sejak bayi, dijaga kesehatannya tidak boleh sakit, bertumbuh besar sedikit disekolahkan terus dan terus sampai sarjana , sampai bekerja, sampai menikah, terus diperjuangkan oleh ayah dan ibu mereka tercinta, ternyata si anak tadi juga kini sudah jadi orang tua pula. Seharusnya anak berbalik gilirannya berbakti kepada orang tua,namun kenyataannya tidak seperti itu. Apakah bukan saatnya keluarga muda, memperhatikan masa tua mereka? Masa tua macam apa, yang kita inginkan?
Mengapa kita tidak bisa merawat orang tua yang sudah tua, logikanya harus bisa, itu adalah kalau ukuran kita, kita hanya mementingkan kehidupan dunia kita semata, kita mengabaikan orang tua, ironi,ironi, tapi kebanyakannya menjadi demikian. Seharusnya orang yang beriman, hal seperti itu tidak mungkin terjadi. Ini hanya Nasihat buat Lansia, kalau baik diambil, yang tidak abaikan. Alhamdulillah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts